Selamat Datang Di Blog Murid Kece Tamvan dan Menawan....Maafkan Newbie Ini jika Blog Ini Jauh Dari Kata Sempurna....Karna Kesempurnaan Hanya Milik Pencipta Analisa Kelayakan Bisnis/Investasi - ICT FOR EDUCATION

Analisa Kelayakan Bisnis/Investasi

Assalamualaikum Wr.Wb

Pada kesempatan kali ini mimin mau memberikan sedikit penjelasan tentang Analisa kelayakan bisnis/investasi silahkan disimak :)

Definisi

Analisis kelayakan bisnis adalah proses yang menentukan apakah ide bisnis entrepreneur dapat menjadi bisnis yang sukses. Tujuannya adalah untuk menentukan apakah suatu ide bisnis layak direalisasikan.  Analisis kelayakan bisnis dapat dikaji dari empat aspek utama, yaitu produk dan jasa, industry dan pasar, organisasi dan keuangan. Sementara rencana bisnis merupakan alat perencanaan yang mengubah ide bisnis menjadi kenyataan. Rencana bisnis disusun berdasarkan studi kelayakan, tetapi memberikan gambaran yang lebih komprehensif dari pada studi kelayakan.

Studi kelayakan bisnis adalah suatu kegiatan yang mempelajari secara mendalam tentang suatu usaha atau bisnis yang akan dijalankan, dalam rangka menentukan layak atau tidak usaha tersebut dijalankan (Kasmir dan Jakfar 2012:7). Sementara Menurut Umar H (2007:5) Studi kelayakan bisnis merupakan penelitian sebuah rencana bisnis yang bukan hanya menganalisis layak atau tidaknya suatu bisnis dijalankan, tetapi juga mengontrol kegiatan operasional secara rutin dalam rangka pencapaian tujuan serta keuntungan yang maksimal.

Dari pengertian menurut para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa Studi kelayakan bisnis adalah pertimbangan awal yang harus dilakukan sebelum menjalankan usaha, dan untuk mengontrol kegiatan operasional agar mendapatkan keuntungan yang maksimal. Oleh karena itu penting untuk itu mengetahui dan mengenal studi kelayakan bisnis: tujuan dan manfaatnya.

Kriteria Investasi

  • Payback Period

adalah jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan nilai investasi yang telah dikeluarkan. Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, Payback Period dalam dunia bisnis dapat disebut juga dengan Periode Pengembalian Modal. Pelaku usaha dan investor sering menggunakan metode Payback Period ini sebagai penentu atau kriteria dalam mengambil keputusan investasi apakah secara finansial layak untuk menginvestasikan modalnya ke suatu proyek atau tidak. Jika suatu proyek yang periode pengembalian keuntungannya sangat lama tentunya kurang menarik bagi sebagian besar pelaku usaha ataupun investor.


Payback Period atau Periode Pengembalian Modal dapat dihitung dengan cara membagikan nilai investasi (cost of invesment) dengan aliran kas bersih yang masuk per tahun (annual net cash flow).

Rumus Payback Period

Metode Payback Period dapat dirumuskan sebagai berikut:


Catatan : Rumus di atas mengasumsikan bahwa besarnya kas masuk bersih adalah sama pada setiap periode atau arus kas tetap setiap tahunnya.

Contoh soal 1 Perusahaan PT. ABC mengusulkan proyek investasi dengan dana Rp. 900 juta dan ditargetkan penerimaan dana investasi setiap tahunnya adalah Rp. 90 juta, berapa payback periodnya?

Jawab :
Diketahui
Nilai Investasi    = Rp. 900 juta
Proceeds             = Rp. 90 juta

Maka,
Payback Period = Rp. 900.000.000,- = 10 Tahun
                               Rp.   90.000.000,-

Jadi nilai Proyek sebesar Rp. 900 juta dapat kembali nilai investasinya dalam waktu 10 tahun 0 bulan.

  • Benefit Cost Ratio

Secara teoritis, benefit Cost Ratio merupakan sebuah perbandingan antara semua nilai benefit terhadap semua nilai pengorbanan atau biaya. Secara matematis, dapat dituliskan melalui persamaan sebagai berikut :

Nilai sekarang atau present value adalah berapa nilai uang saat ini untuk nilai tertentu di masa yang akan datang. Sebagai gambaran adalah jika anda ingin memiliki uang sebesar 100 juta tiga tahun mendatang dengan tingkat inflasi 7% per tahun, maka berapa uang yang harus anda persiapkan dari sekarang?

Dengan menggunakan rumus present value, anda akan dapat menentukan berapa uang yang harus anda tabung untuk mendapatkan uang sebesar Rp.100 juta tiga tahun ke depan.

Nilai present value ini dapat kita hitung menggunakan persamaan sebagai berikut :

PV = Fn/ ( 1 + r ) n

Dimana :

Fn = Future value ( nilai pada akhir tahun ke n )
PV = ( Nilai sekarang ( nilai pada tahun ke 0 )
r = Suku bunga
n = Jumlah Waktu ( tahun )

Sedangkan pengambilan keputusan terhadap kelayakan dapat dilihat dari nilai BCR yang ditentukan sebagai berikut :

  • Jika BCR ≥ 1, maka dikatakan bahwa benefit dari proyek tersebut lebih besar daripada pengorbanan yang dikeluarkan. Sehingga proyek tersebut dapat diterima atau layak (feasible).
  • Sebaliknya jika BCR <1 maka dikatakan bahwa benefit dari proyek tersebut lebih kecil daripada pengorbanannya atau proyek tersebut tidak layak (not feasible).

Contoh Kasus :

Sebuah klinik sedang mempertimbangkan untuk membeli beberapa peralatan medis baru dengan harga Rp.25.000.000. Dengan adanya peralatan medis tersebut diperkirakan klinik tersebut dapat melakukan penghematan sebesar Rp.500.000 per tahun dengan jangka waktu selama 5 tahun. Pada akhir tahun ke 5 peralatan tersebut memiliki nilai jual sebesar 40.000.000. Dengan tingkat pengembalian investasi sebesar 9% per tahun apakah pembelian peralatan medis akan menguntungkan bagi klinik tersebut ataukah tidak?

Perhitungan :

Melalui persamaan berikut maka akan dapat kita input nilai-nilainya menjadi :

BCR = (Present Value dari Manfaat / Present Value dari Pengorbanan atau biaya)
= (500.000 (P/A, 9%,5) + 40.000.000 (P/F,9%,5) / 25.000.000
=((500.000(3,88966) + 40.000.000(0,64993))/25.000.000
BCR =1,17

Karena nilai BCR yang dihasilkan nilainya lebih dari 1 maka investasi pembelian peralatan medis baru tersebut dianggap layak dan menguntungkan bagi klinik di masa yang akan datang. Jika demikian, maka disimpulkan bahwa klinik dapat membeli peralatan medis tersebut.

  • Net Present Value

Pengertian NPV dan Rumus NPV (Net Present Value)Net Present Value atau sering disingkat dengan NPV adalah selisih antara nilai sekarang dari arus kas yang masuk dengan nilai sekarang dari arus kas yang keluar pada periode waktu tertentu. NPV atau Net Present Value ini mengestimasikan nilai sekarang pada suatu proyek, aset ataupun investasi berdasarkan arus kas masuk yang diharapkan pada masa depan dan arus kas keluar yang disesuaikan dengan suku bunga dan harga pembelian awal. Net Pressent Value menggunakan harga pembelian awal dan nilai waktu uang (time value of money) untuk menghitung nilai suatu aset. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa NPV adalah Nilai Sekarang dari Aset yang dikurangi dengan harga pembelian awal.

Rumus NPV ini cukup rumit karena menambahkan semua arus kas masa depan dari investasi, mendiskon arus kas tersebut dengan tingkat diskonto dan menguranginya dengan Investasi awal. Persamaan dan Rumus Net Present Value (NPV) ini dapat dilihat dibawah ini :

NPV = (C1/1+r) + (C2/(1+r)2) + (C3/(1+r)3) + … + (Ct/(1+r)t) – C0

atau

Rumus NPV (Net Present Value)
Dimana :

NPV = Net Present Value (dalam Rupiah)
Ct = Arus Kas per Tahun pada Periode t
C0 = Nilai Investasi awal pada tahun ke 0 (dalam Rupiah)
r = Suku Bunga atau discount Rate (dalam %)

Selain rumus NPV diatas, kita juga dapat menggunakan tabel PVIFA (Present Value Interest Factor for an Annuity) kemudian masukan hasilnya ke persamaan atau rumus NPV dibawah ini :

NPV = (Ct x PVIFA(r)(t)) – C0

Conth soal

Manjemen Perusahaan AAZZ ingin membeli mesin produksi untuk meningkatkan jumlah produksi produknya. Harga Mesin produksi yang baru tersebut adalah sebesar Rp. 150 juta dengan suku bunga pinjaman sebesar 12% per tahun. Arus Kas yang masuk diestimasikan sekitar Rp. 50 juta per tahun selama 5 tahun. Apakah rencana investasi pembelian mesin produksi ini dapat dilanjutkan?

Penyelesaiannya :

Diketahui :

Ct = Rp. 50 juta
C0 = Rp. 150 juta
r = 12% (0,12)

Jawaban :

NPV = (C1/1+r) + (C2/(1+r)2) + (C3/(1+r)3) + (C3/(1+r)4) + (Ct/(1+r)t) – C0
NPV = ((50/1+0,12) + (50/1+0,12)2 + (50/1+0,12)3 + (50/1+0,12)4 + (50/1+0,12)5) – 150
NPV = (44,64 + 39,86 + 35,59 + 31,78 + 28,37) – 150
NPV = 180,24 – 150
NPV = 30,24

Jadi nilai NPV-nya adalah sebesar Rp. 30,24 juta.

  • Internal Rate of Return

IRR ( Internal Rate of Return) merupakan indikator tingkat efisiensi dari suatu investasi.

Suatu proyek/investasi dapat dilakukan apabila laju pengembaliannya (rate of return) lebih besar daripada laju pengembalian apabila melakukan investasi di tempat lain (bunga deposito bank,
reksadana dan lain-lain).

IRR digunakan dalam menentukan apakah investasi dilaksanakan atau tidak, untuk itu biasanya digunakan acuan bahwa investasi yang dilakukan harus lebih tinggi dari Minimum acceptable rate of return ( laju pengembalian minimum dari suatu investasi yang berani dilakukan oleh seorang investor).

IRR merupakan tingkat diskon rate yang menghasilkan NPV sama dengan nol, yang didapat dengan rumus


Nilai IRR tersebut adalah nilai 'r' yang didapatkan bila nilai NPV =0. Sehingga dalam perhitungannya perlu dilakukan coba-coba hingga didapatkan nilai NPV mendekati 0.

Dalam penentuan layak tidaknya investasi tersebut dengan cara:
1. Jika nilai IRR > Discount faktor,  maka investasi layak dilakukan
2. Jika nilai IRR < Discount faktor,  maka investasi tidak layak dilakukan.
3. Jika nilai IRR = Discount faktor, maka investasi yang dilakukan akan balik modal.

Penilaian Investasi Dengan NPV

Manajemen Perusahaan ADC ingin membeli mesin produksi untuk meningkatkan jumlah produksi produknya. Harga mesin produksi yang baru tersebut adalah Rp150 juta dengan suku bunga pinjaman sebesar 12 persen per tahun. Arus kas yang masuk diestimasikan sekitar Rp50 juta per tahun selama lima tahun. 

Pertanyaannya, apakah rencana investasi pembelian mesin produksi ini dapat dilanjutkan?

Penyelesaian:

  • Ct = Rp. 50 juta
  • C0 = Rp. 150 juta
  • r = 12% (0,12)

Jawaban:

NPV = (C1/1+r) + (C2/(1+r)2) + (C3/(1+r)3) + (C3/(1+r)4) + (Ct/(1+r)t) – C0

NPV = ((50/1+0,12) + (50/1+0,12)2 + (50/1+0,12)3 + (50/1+0,12)4 + (50/1+0,12)5) – 150

NPV = (44,64 + 39,86 + 35,59 + 31,78 + 28,37) – 150

NPV = 180,24 – 150

NPV = 30,24

Jadi nilai NPV adalah Rp30,24 juta.

Analisis Perhitungan Rumus NPV

Dari hasil penghitungan di atas, NPV-nya adalah positif dengan nilai sebesar Rp30,24 juta. Artinya mesin produksi yang akan dibeli tersebut dapat menghasilkan sekitar Rp30,24 juta setelah melunasi biaya pembelian mesin dan biaya bunga. 

Sesuai dengan penghitungan tersebut, maka dapat diputuskan bahwa rencana investasi pembelian mesin produksi baru dapat dilanjutkan.

Nilai NPV yang positif (NPV > 0) menunjukkan bahwa penerimaan lebih besar dibandingkan dengan nilai yang diinvestasikan sedangkan nilai NPV negatif (NPV < 0) menandakan penerimaan lebih kecil dibandingkan dengan pengeluaran atau akan mengalami kerugian pada investasinya setelah mempertimbangkan Nilai Waktu Uang (Time Value of Money). 

Namun apabila hasil perhitungan NPV adalah Nol (NPV = 0), maka artinya investasi atau pembelian tersebut hanya balik modal (tidak untung dan tidak rugi).

Jika Berarti Maka
Nilai NPV  > 0 Maka investasi yang akan dijalankan, diproyeksikan akan mendatangkan keuntungan bagi perusahaan. Proyek direkomendasikan untuk dijalankan
Nilai NPV = 0 Maka investasi yang akan dijalankan, diproyeksikan tidak mendatangkan keuntungan maupun kerugian bagi perusahan. Perlu didiskusikan lebih lanjut mengenai keuntungan lain yang akan didapatkan jika investasi tetap dilanjutkan.
Nilai NPV < 0 Maka Investasi yang akan dijalankan, diproyeksikan akan mendatangkan kerugian bagi perusahaan  Investasi pasti menguntungkan. Jika merugikan maka hal tersebut bukanlah investasi sehingga proyek direkomendasikan untuk dibatalkan.

Dengan demikian, semakin besar angka positifnya, maka semakin besar pula penerimaan yang bisa didapatkan. Oleh karena itu, penghitungan NPV ini tidak saja digunakan untuk mengevaluasi layak atau tidaknya untuk berinvestasi, namun juga digunakan untuk membandingkan investasi mana yang lebih baik jika terdapat dua pilihan investasi atau lebih.

Namun perlu diketahui juga, meskipun penghitungan rumus NPV ini merupakan alat yang sangat bagus untuk membuat keputusan dalam berinvestasi, namun tidak selalu akurat. Hal ini dikarenakan persamaannya bergantung pada banyak perkiraan dan asumsi yang realisasinya sulit diprediksi. Satu-satunya yang diketahui secara pasti oleh manajemen perusahaan adalah biaya yang dikeluarkan untuk investasi pada saat ini.




Bagikan Postingan Ini :
+
0 Komentar untuk "Analisa Kelayakan Bisnis/Investasi"

 
Copyright © 2014 ICT FOR EDUCATION - All Rights Reserved - DMCA
Template By Riko fredianto