Assalamualaikum Wr. wb
Pada kesempatan kali ini mimin mau memberikan informasi seputar manajemen keuangan,bagaimana cara mendapatkan sumber dana, menggunakan dana dengan seoptimal mungkin,serta cashflow/arus kas yang terjadi... jadi simak oenjelasanya di bawah ini yaa
Definisi Manajemen Keuangan

Manajemen pada dasarnya adalah upaya untuk menggunakan sumber daya
(dalam konteks ini uang) secara efektif sehingga mencapai tujuan. Adapun
keuangan berarti segala hal yang berkaitan dengan uang.
Berikut adalah definisi menurut para ahli, S. C. Kuchal mengatakan,
“Manajemen keuangan berkaitan dengan pengadaan dana dan pemanfaatannya
yang efektif dalam bisnis“.
Adapun Bambang Riyanto, seorang ahli dari Indonesia, berpendapat
bahwa pengertian manajemen keuangan adalah semua aktivitas perusahaan
yang berkaitan dengan upaya untuk mendapatkan pembiayaan yang diperlukan
dengan dana seminimal mungkin dan syarat-syarat yang menguntungkan, dan
usaha untuk menggunakan dana tersebut seefisien mungkin.
Jadi, secara kolektif, artinya adalah suatu upaya yang dilakukan
untuk merencanakan, mengatur, mengotrol, dan menyimpan dana sehingga
bisa tujuan bisa tercapai (efektif) dengan usaha seminimal mungkin
(efisien).
Sumber Dana
Memperoleh sumber pendanaan adalah salah satu dari fungsi manajemen keuangan.
Umumnya, sumber dana perusahaan bisa diperoleh dari 3 kelompok sumber
dana. Sumber dana jangka pendek, jangka menengah serta jangka panjang.
1. Sumber Dana jangka Pendek
Pendanaan perusahaan yang didapat dari sumber dana jangka pendek umumnya digunakan untuk modal kerja perusahaan.
Dana yang diperoleh dengan skema ini harus dibayar/dikembalikan dalam rentang waktu setahun buku akuntansi atau kurang.
Tidak boleh lebih dari satu periode akuntansi.
Contohnya adalah pinjaman dari bank jangka pendek. Pendanaan persediaan. Kredit perdagangan.
2. Sumber Dana Jangka Menengah
Umumnya, perusahaan yang sumber pendanaannya berasal dari sumber dana
jangka menengah karena adanya keperluan yang ternyata tidak bisa
dipenuhi oleh pendanaan jangka pendek namun terlalu berlebih atau
terlalu sulit didapatkan dengan skema pendanaan jangka panjang.
Rentang waktu dalam pengembalian sumber dana jangka menengah adalah
lebih dari satu tahun buku akutansi dan tidak lebih dari lima tahun
buku.
Contoh dari pendanaan jangka menengah adalah leasing, term loan, equipment loan.
3. Sumber Dana Jangka Panjang
Manajer keuangan memilih menggunakan pendanaan jangka panjang umumnya
karena perusahaan akan melakukan ekspansi usaha yang masif dalam skala
perusahaan tersebut. Strategis bagi perusahaan. Walaupun banyak alasan
alasan lain yang selain itu. Yang memerlukan pendanaan dalam jumlah yang
cenderung besar bagi perusahaan.
Contohnya, perusahaan yang akan melakukan ekspansi usaha dengan
mengakuisisi perusahaan sejenis atau perusahaan suplier, membeli atau
membangun aset aset tetap jangka panjang seperti tanah, pabrik, mesin
ataupun proyek konstruksi yang lain.
Penggunaan Dana
Menggunakan
dana perusahaan adalah suatu kegiatan dalam menggunakan atau
menginvestasikan dana yang ada pada berbagai bentuk aset. Penggunaan
dana tersebut dibuat dalam laporan perubahan yang disusun atas dasar dua
neraca untuk dua waktu. Laporan tersebut menggambarkan perubahan dari
masing-masing elemen tersebut yang mencerminkan adanya sumber atau
penggunaan dana. Setelah mengetahui apa itu mendapatkan dana perusahaan,
berikut penggunaan dana perusahaan :
Membayar Kewajiban Utang
Penggunaan dana dapat dilakukan untuk pembayaran utang yang jatuh tempo.
Terlebih lagi untuk utang jangka panjang yang dapat menyebabkan pailit
jika perusahaan tidak dapat memenuhi pembayaran tersebut.
Membiyayai Kegiatan Operasional Perusahaan
Perusahaan dapat mengeluarkan dana untuk kegiatan operasional perusahaan
agar dapat berjalan dengan lancar. Jika hal ini tidak dilakukan,
perusahaan akan mengalami penurunan produktivitas dan kerugian bagi
perusahaan.
Investasi atau Pengembangan Usaha
Manajemen keuangan dapat menginvestasikan dana yang didapatkan dalam
bentuk aktiva tetap. Contohnya membangun gedung baru, perluasan usaha,
membeli sarana dan prasarana yang baru untuk mengembangkan usaha
perusahaan.
Bagaimana Cara Mengelola Cash Flow
Kas adalah hal terpenting dari manajemen keuangan dari bisnis yang
sedang berkembang. Namun pengelolaan hutang piutang bisnis yang tidak
baik akan menjadi masalah besar dalam bisnis anda. manajemen kas adalah
solusinya. Sederhananya, manajemen kas adalah menunda atau mengurangi
utang usaha disisi lain menggenjot pemasukan yang berasal dari piutang
pelanggan. Bagaimana cara melakukan manajemen cash flow? Di bawah ini
adalah penjelasan detil mengenai mengelola cash flow.
Mengukur Cash Flow
Persiapkan dan proyeksikan cash flow bisnis anda dalam kurun waktu yang
tertentu di masa depan, baik itu tahunan, bulanan atau bahkan mingguan.
Proyeksi cash flow yang akurat dapat menjadi pengingat dan penyelamat
anda ketika bisnis anda mengalami kendala dalam hal finansial. Proyeksi
cash flow anda diawali dengan mengetahui “cash on hand” atau kas
perusahaan anda. Dengan mengetahui posisi kas anda saat ini, anda dapat
membuat prediksi dan analisa pengeluaran nantinya. Kemudian anda perlu
juga mengetahui dan mencatat piutang-piutang yang ada di klien atau
costumer anda. Anda dapat bertanya kepada bagian penjualan, keuangan dan
penagihan di kantor anda untuk mendapatkan data yang akurat mengenai
piutang dari pelanggan anda dengan menanyakan berapa banyak piutang dari
pelanggan dan kapan jatuh tempo pembayarannya. Pastikan jumlah dan
tanggal jatuh temponya, dengan membuat reminder penagihan kepada
costumer anda. Reminder atau pengingat sangat penting agar costumer anda
dapat membayar tepat waktu dan anda terhindar dari kekurangan kas.
Terakhir jabarkan pengeluaran-pengeluaran wajib yang perusahaan anda
keluarkan dengan secara terperinci seperti pembayaran beban utang, beban
gaji, beban sewa dan pembelian yang dilakukan secara kas. Setelah
mengetahui jumlah pengeluaran dan beban wajib yang perlu anda bayar,
buatlah skema waktu pembayarannya. Jangan menjadwalkan pengeluaran anda
pada satu waktu, buatlah dengan menggunakan termin-termin dengan
menyesuaikan jadwal penagihan piutang dari costumer anda. Dengan
demikian anda dapat memiliki posisi kas yang sehat bagi perusahaan anda.
Mengoptimalkan Piutang
Akan sangat menyenangkan jika setiap penjualan yang perusahaan anda
lakukan dilakukan dengan tunai bukan dengan pemberian kredit atau
piutang oleh customer anda. Dengan demikian posisi kas anda akan selalu
sehat. Sayangnya dalam sebuah bisnis, hal tersebut sulit dilakukan, yang
ada malah produk anda tidak akan laku jika penjualan harus dilakukan
dengan tunai. Pemberian kredit atau piutang penjualan akan meringankan
costumer dalam membeli dan mendapatkan produk anda sehingga produk anda
akan cepat terjual dengan skema ini. Di sisi lain anda memiliki
kekhawatiran apakah piutang tersebut bisa dibayar oleh costumer. Oleh
karena itu, anda perlu melakukan optimalisasi piutang. Optimalisasi
piutang adalah metode jitu penanganan piutang agar costumer dapat
membayar piutangnya terhadap perusahaan anda tepat waktu. Beberapa cara
jitu melakukan optimalisasi piutang diantara lain adalah:
– Menawarkan insentif diskon untuk costumer yang membayar tepat waktu
– Melakukan tracking piutang customer untuk mengetahui customer yang telat dalam hal pembayaran piutang
– Membuat reminder termin pembayaran piutang secara berkala kepada costumer, dan lain-lain
Mengatur Pengeluaran
Ketika anda sedang mengelola perusahaan yang sedang berkembang, anda
harus memperhatikan pengeluaran anda. Jangan sampai terlena dengan
penjualan yang sedang tinggi, tapi anda lupa mengatur pengeluaran dan
utang-utang perusahaan anda. Penjualan yang tinggi biasanya akan diikuti
dengan pengeluaran dan utang yang tinggi juga. Perhatikan pengeluaran
anda dengan seksama untuk mengetahui pengeluaran mana yang dapat anda
kontrol. Berikut adalah beberapa tips untuk mengontrol pengeluaran anda:
– Bayar utang perusahaan anda pada waktu yang telah ditentukan. Jika
termin pembayaran ditetapkan pada hari ke-30, maka bayarlah pada hari
tersebut. Anda bisa saja memiliki dana kas untuk membayar lebih cepat
dari itu, tapi disarankan anda sisihkan saja dana kas tersebut untuk
dibayarkan sesuai pada waktu yang telah ditetapkan
– Komunikasikan dengan suplier atau vendor anda mengenai kondisi
keuangan perusahaan anda jika anda membutuhkan penundaan pembayaran
utang.
– Jangan terlena dengan harga barang murah dari sebuah suplier. Yang
perlu anda perhatikan ketika membeli persediaan barang adalah termin
pembayarannya. Barang yang sedikit mahal tetapi memiliki termin
pembayaran kredit yang panjang lebih baik dibandingkan barang yang murah
tetapi termin pembayaran kredit yang pendek.
Di atas tadi adalah beberapa langkah umum untuk mengelola cash flow
bisnis anda. Tidak semua cara-cara tersebut dapat dipraktikan dalam
semua bisnis karena tiap bisnis memiliki pendekatan yang berbeda-beda.
Namun anda dapat mencoba atau memodifikasi cara-cara di atas sesuai
dengan bidang bisnis agar sesuai dengan bisnis sedang anda jalani.
Nah itu dia penjelasan mengenai manajemen keuangan kurang dan lebihnya mohon dimaafkan... Wasalamualaikum Wr.wb
0 Komentar untuk "Manajemen Keuangan"